Minggu, 30 Agustus 2015

http://adityaspd.blogspot.com tentang arester

PEMASANGAN DAN PEMELIHARAAN LIGHTNING ARRESTER DI GI 150kV JEKULO



A.       Pemasangan LA pada GI 150kV Jekulo
1.                                   LA Yang Terpasang Pada Bay Trafo I
Lightning arester yang terpasang pada bay trafo I terdapat 3 Unit pada setiap line fasa R, S dan T  berfungsi melindungi trafo dari tegangan atau arus lebih yang dapat merusak trafo dan semuanya memiliki rincian sebagai berikut

MERK
: BOWTHORPE/EMP
TYPE
: 2 MBA 4,0 - 1508
Ur RATED VOLTAGE
: 150 KV
Uc M COV
: 120 KV
CLASIFICATION
: 10 KA HEAVY DUTY STATION CLASS
LINE DISCHARGE
: CLASS 2
YEAR
: 1993
FABRIK
: ENGLAND

















































Gambar 4.1 LA Yang Terpasang Pada Bay Trafo I.
2.                                                    LA yang Terpasang pada Bay Trafo II
Lightning arester yang terpasang pada bay trafo II terdapat 3 Unit pada setiap line fasa R, S dan T yang berfungsi melindungi trafo dari tegangan atau arus lebih yang dapat merusak trafo dan semuanya memiliki rincian sebagai berikut
MERK
: TRIDELTA

TYPE
: SB 150/10.4-1-A

 RATED VOLTAGE
: 150 KV

CONT OPERATING VOLTAGE
: 123 KV

NOMINAL DISCHRGE CURRENT
: 10 KA

LINE DISCHARGE CLASS
: CLASS 2

YEAR
: 2003/ operasi 2004


FABRIK
: GERMANY

























































































 
Gambar 4.2 LA Yang Terpasang Pada Bay Trafo II
3.                                                                  LA Yang Terpasang Pada Bay Kudus I & II
Linghning Arrester ini dipasang pada masing – masing fasa(R,S,T) pada jaringan bus bar kudus I dan II. Fungsinya adalah untuk mengamankan jaringan bus bar apabila ada gangguan petir pada bus bar tersebut. Semua LA ini memiliki rincian sebagai berikut
MERK                                          :     ABB
MADE IN                                     :     SWEDEN
TAHUN                                        :     2008
CLASS                                         :     20 KA
SHORT CIRCUIT CURRENT   :     63 KA
Ur                                                  :     150 KV
Uc                                                 :     108 KV
TYPE                                            :     EXLIM P150 – GV 170
Gambar 4.3 LA Yang Terpasang Pada Bay Kudus I
4.                                                                  LA Yang Terpasang Pada Bay Pati I & II
Linghning Arrester ini dipasang pada masing – masing fasa(R,S,T) pada jaringan bus bar kudus I dan II. Fungsinya adalah untuk mengamankan jaringan bus bar apabila ada gangguan petir pada bus bar tersebut. Semua LA ini memiliki rincian sebagai berikut
MERK                                          :     ABB
MADE IN                                     :     SWEDEN
TAHUN                                        :     2008
CLASS                                         :     20 KA
SHORT CIRCUIT CURRENT   :     63 KA
Ur                                                  :     150 KV
Uc                                                 :     108 KV
TYPE                                            :     EXLIM P150 – GV 170
Gambar 4.4 LA Yang Terpasang Pada Bay Pati II
B.        Pemeliharaan LA Pada Gardu Induk 150 KV Jekulo
Untuk mendapatkan operasi yang optimal di perlukan pemeliharaan yang baik untuk peralatan. Pada daftar dibawah ini tentang pemeliharaan Lightning Arrester petir yang terdiri dari :
1. Pemeliharaan Harian. 
No.
Peralatan/ komponen yang diperiksa
Cara Pelaksanaan
1.
Counter Arrester
Memeriksa Counter Arrester dan catat bila ada kenaikan pada tiap-tiap fasa.
2.
Rumah Isolator
Memeriksa rumah isolator secara visual apakah ada keretakan.
3.
Arus Bocor
Memeriksa besarnya arus bocor dengan cara menempelkan jari pada Counter Arrester dan catat besarnya arus bocor pada setian fasa.
4
Terminal Pentanahan
Memeriksa terminal pentanahan pada masing-masing fasa secara visual, apakah masih baik apa tidak.
2.  Pemeliharaan  Bulanan (6 bulan sekali).
No.
Peralatan / Komponen yang diperiksa
Cara Pelaksanaan
1.
Rumah Isolator
Membersihkan rumah isolator dan memeriksa apakah ada keretakan
2.
Tahanan antara elektroda dengan elektroda
Mengukur tahanan antara elektroda dengan elektroda apakah masih memenuhi persyaratan (1M Ohm/1kV).
3.
Tahanan Pentanahan
Mengukur tahanan pentanahan arrester pada masing-masing fasa apakah masih memenuhi persyaratan.
4.
Pengukuran Suhu
Mengukur suhu pada setiap sambungan klem apabila suhu melebihi suhu normal maka klem tersebut  perlu dikencangi
3.  Pemeliharaan Tahunan.
a.       Pemeliharaan 1 Tahunan
No.
Peralatan / Komponen yang diperiksa
Cara Pelaksanaan
1.
Pentanahan (Grounding)
Memeriksa kawat pentanahan dan terminal pentanahan (apakah masih bisa dipakai atau tidak), mungukur tahanan pentanahan dan terminal pentanahan.
2.
Isolator
Membersihkan rumah isolator dan memeriksa apakah ada keretakan.
3.
Kekencangan Baut
Memeriksa kekencangan baut pada terminal utama dan terminal pentanahan (kondisi bautnya kencang /  longgar).
4.
Pondasi
Memeriksa pondasi Lightning Arrester, apakah ada keretakan ataupun posisinya miring.
b.      Pemeliharaan 2 Tahunan.
No.
Peralatan / Komponen yang diperiksa
Cara Pelaksanaan
1.
Pentanahan (Grounding)
Memeriksa dan mungukur kawat pentanahan dan terminal pentanahan (apakah masih bisa dipakai atau tidak),
2.
Isolator
Membersihkan dan memeriksa rumah isolator  apakah ada keretakan,  dan mengukur tahanan isolasinya.
3.
Kekencangan Baut
Memeriksa kekencangan baut pada terminal utama dan terminal pentanahan (kondisi bautnya kencang /  longgar).
4.
Pondasi
Memeriksa pondasi Lightning Arrester, apakah ada keretakan ataupun posisinya miring.
5.
Counter Arrester
Menguji kerja counter dengan sumber tegangan AC 220V, apakah counter arrester masih bisa bekerja apa tidak.
S
v  Pemeliharaan
c.       Pemeliharaan 10 Tahunan
Arrester dikirim ke laboratorium untuk di-test kembali.
Testing yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut :
1.      Testing tegangan spark-over (kering) dengan frequensi sistem (50 Hz).
2.      Testing menentukan arus pengatur pada tegangan
rating (di mana alat dipakai).
3.      Testing tegangan residual pada arus discharge nominal. Hasil test ini dibandingkan dengan data-data test dari pabrik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar